Dampak Ganda dari Sektor Hulu Minyak dan Gas Nasional

Indonesia Darurat Energi saat ini telah membangun Pertamina sebagai peran penting dalam hulu minyak dan gas demi meningkatkan investasi ke Indonesia. Finalisasi terhadap RUU Migas untuk peningkatan daya saing di Indonesia bertingkat nasional 2025 ini membuat pemerintah mulai menargetkan sebanyak 1,8 GW untuk pembangkit tenaga bayu terbangun menggunakan teknologi LNG. Tak hanya menyiapkan pasokan terhadap energi saja dan menghasilkan penerimaan dai negara, pertumbuhan atas sektor hulu migas ini dapat menciptakan efek yang berganda atau disebut juga dengan multiplier effect untuk sektor yang lain. Pertumbuhan ini dapat mempengaruhi terhadap sektor penggunanya dan sektor pendukungnya, juga pemberdayaan terhadap perekonomian lokal lewat kegiatan pengembangan masyarakat yang telah dijalankan oleh KKKS Migas. Di tahun ini, ada sebanyak 15 orang saja, sebagai pelopor untuk kegiatan pengembangan perekonomian lokal lewat program pengembangan masyarakat untuk berbagai macam tempat penghasil migas. Entah itu dari, Aceh sampai dengan Papua. Dimana telah dihadirkan sebuah acara pameran dan juga konvensi Indonesia Petroleum atau IPA Convex. Kabarnya, program acara ini digelar di Jakarta Convention Center.

Marjolon Wajong, sebagai Direktur Eksekutif IPA, mengatakan bahwa kehadiran dari industri migas di pusat masyarakat ini dapat mendukung proses peningkatan terhadap kesejahteraan para masyarakat yang semakin berkelanjutan lagi. Karena, dengan menghadirkan local heroes inilah diharapkan bisa membuat KKKS ini makin termotivasi untuk meneruskan kemitraan bersama para masyarakat sekitar demi membangun perekonomian lokal yang lebih baik lagi, secara berkelanjutan. Banyaknya investasi yang dilakukan di hulu migas ini sangat berbeda sekali dengan sektor yang lain. Nilai untuk 1 proyek dalam industri hulu migas ini bisa mencapai Miliaran dollar untuk dollar AS. Tentu saja nilai investasi ini tidak sekedar berkontriubsi terhadap ketahanan energi nasional saja, namun juga dapat meningkatkan efek berganda terhadap ekonomi lokal dan juga nasional. Industri pendukung beserta turunannya, dan hilir bisa tumbuh sampai berkali lipat, bila sektor hulu migas nanti ditingkatkan lagi investasinya. Disamping dapat berkontribusi dalam memberdayakan dan juga menggerakkan perekonomian lokal, sektor terhadap hulu migas ini ternyata masih saja memberi efek berganda yang baik untuk perekonomian nasional.

Bahkan, dari tahun 2015 sampai dengan 2016 yang lalu, kontribusi langsung terhadap industri hulu mugas ini mulai menurun secara drastis sampai dengan 3,1 % dari PDB. Hal ini dikarenakan adanya imbas dari turunnya harga minyak di dunia dan kurangnya persaingan di dalam iklim investasi yang ada di Indonesia dari negara yang lain. Meskipun begitu, efek bergnda ini tetap saja signifikan. Mengingat dari 45 sektor pengguna beserta 75 sektor dari hulu migas telah berhasil memberikan pengaruh hingga 83% atas PDB nasional. Tambahan lagi untuk peluang terhadap penyerapan untuk tenaga kerja nasional, bahwa SKK Migas kini telah membatasi jumlah jasa tenaga kerja asing. Kebijakan tersebut berhasil memberikan hasil yang cukup signifikan. Karena ada sebanyak 96% atau sebanding dengan 32 ribu jiwa dari jumlah pekerja KKKS ini saat ini adalah para WNI. Sektor perbankan juga telah merasakan hasil yang positif dari tugas KKKS dalam menyimpan dana untuk rehabilitasi pasca operasi yang ada dalam perbankan BUMN ketika pemerintahan mulai menyetujui terhadap rencana dari pengembangan lapangan. Selanjutnya, sarana untuk pengangkutan terhadap hasil produksi, usaha terhadap hulu migas kemudian lepas pantai dan memakai jasa hingga 650 kapal bendera Indonesia lebih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *