Kharakteristik Oil dan Gas Bumi Wajib DiketahuiBagi seorang pengusaraha minyak beserta gas bumi, atau disebut juga dengan migas, mereka butuh sebuah investasi besar yang lengkap dengan teknologinya yang harus tinggi juga. Selain itu, mereka juga butuh sumber daya manusia yang mumpuni dengan kualifikasi yang bagus juga. Maka dari itulah, bagi pengelula usaha ini, mereka membutuhkan banyak pengetahuan khusus seputar berbagai macam kegiatan sektor. Entah itu, dari proses pembentukan dari minyak dan gas bumi, kemudian kegiatan sektor hulu untuk proses produksi dan eksplorasi, kegiatan sektor hilir dalam hal pengolahan, transportasi, beserta distribusi, dan juga dinamikan terhadap perusahaan migas itu sendiri. Pencarian migas itu sendiri dilakukan dengan cara melakukan survey terhadap geologi dan juga geofisikan. Yaitu melakukan sebuah survey seismik beserta survey gravitasia gar dapat mencari cebakan. Supaya dapat memastikan apakah benar ada migas di dalam cebakan tersebut, maka dilakukan sebuah program pemboran, atau disebut juga dengan wild cat. Bila dalam hal ini, eksplorasinya berhasil, maka bisa segera dikonfirmasi adanya hidrokarbon yaitu minyak dan gas, sift batuan, dan juga kandungan dari migas tersebut.

Dari data-data itulah nantinya dapat diketahui berapa banyak cadangan dari migas secara kasar. Sehingga, produksi migas bisa segera dilakukan. Untuk produksi migas itu sendiri dilakukan lewat sebuah pengembangan lapangan yang melewati proses pengeboran sumur produksi. Pada waktu tertentu, misalnya saja selama 25 tahun kontrak, maka sumur produksi itu nanti Cuma bisa mengambil migas hingga volume tertentu saja. Berdasarkan dari cadangan untuk setiap sumurnya. Sehingga, untuk memproduksi cadangan yang ada migas pada waktu kontrak dilakukan itu dibutuhkan juga beberapa sumur tertentu. Dari dalam sumur produksi yang telah dibor inilah nantinya bisa diprediksi berapa besar biaya bukan sumur dan biaya sumurnya. Untuk biaya yang bukan sumur ini nanti bisa meliputi, peralatan produksinya, transportasi migas, infrastruktur pendukungnnya, dan juga biaya terhadap pengelolaan untuk proses pengembangan di dalam lapangan itu. Untuk proses terhadap produksi migas ini terbagi atas 3 macam proses. Yaitu proses primary recorvery, kemudian proses secondary recorvery, dan yang terakhir adalah proses tertiary recorvery. Untuk sedikit penjelasannya, http://homebet99.com akan menyampaikan sedikit tentang ketiga proses tersebut, yaitu sebagai berikut ini:

 

Oil dan Gas Bumi Wajib DiketahuiPertama, untuk proses primary recorvery. Ini adalah bagaimana cara membuat sumur dengan cara alami. Yaitu, menggunakan bantuan dari tekanan reservoir yang terdapt dalam pompa. Pompa disini bisa berupa pompa angguk dan juga pompa subpermisible. Namun, bisa juga dengan menggunakan gas lift. Kedua, ada juga secondary recorvery. Ini adalah proses yang dilakukan lewat water flood atau dorongan air atau bisa juga diganti dengan dorongan gas, yang disebut juga dengan gas flood. Ketiga, untuk yang terakhir adalah tertiary recorvery, yang merupakan proses dimana dilakukan memakai tambahan dari zat kimia berupa polimer yang terdapat dalam air yang telah diinjeksikan. Injeksi gas yang sudah terlarut dalam minyak, kemudian injeksi terhadap uap air demi menurunkan kekentalan, injeksi mikroba, dan juga combustion dimana ada sebagian besar minyak yang telah dibas. Untuk secondary proses dan juga tertiary recorvery ini umumnya disebut juga dengan istilah EOR atau enchanced minyak recorvery. Untuk sumur mugas disini butuh sebuah perawatan khusus dan stimulasi demi menjaga tingkat produksinya agar lebih baik. Pekerjaan ini disebut juga dengan kerja ulang, atau work over. Dimana tujuannya adalah memindahkan produksinya ke dalam lapisan yang lain.

 

Indonesia Negara yang Kaya akan Minyak dan Gas
Bisnis Minyak & Gas Umum

Indonesia Negara yang Kaya akan Minyak dan Gas

Salah satu hal yang membuat warga negara Indonesia bangga akan nusantara adalah kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Kekayaan wisata, gunung, lembah, flora maupun fauna, jamur, dan yang begitu memukau adalah kekayaan minyak dan gas yang ada di dalam negara ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak negara lain yang mengincar hubungan kerja sama dengan negara Indonesia karena kekayaan minyak dan gas yang dimiliki. Berbagai penawaran bisnis hampir selalu diajukan ke negara ini, mulai dari pemerintahan Soekarno hingga Joko Widodo sekarang. Namun tentunya hubungan kerja sama tersebut tidak bisa langsung diterima dan disetujui begitu saja, karena negara ini pun harus benar-benar mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam menjalin kerja sama dengan sebuah negara tertentu, termasuk dalam hal kerja sama bidang minyak dan gas bumi.

Banyaknya kekayaan minyak bumi dan gas sebenarnya tidak melulu memiliki jalan yang mulus dan lancar. Bahkan, jika dilihat dari kacamata waktu, kekayaan berlimpah minyak dan gas yang ada di Indonesia cenderung menurun dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya itu saja, dahulu pun Indoensia pernah menjadi salah satu negara dengan pengekspor minyak dalam angka besar di dunia. Namun karena beberapa hal, kini kekayaan minyak bumi dan gas yang ada di negara ini mengalami banyak kendala yang membuatnya tidak sejaya dahulu.

Indonesia Negara yang Kaya akan Minyak dan GasSalah satu kendala yang dihadapi oleh https://citipoker88.net dalam pengelolaan minyak bumi dan gas di Indonesia adalah dunia investasi minyak dan gas. Di Indonesia bisa dibilang kurang kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asean. Hal ini tentu akan membuat negara-negara lain lebih memilih negara tetangga daripada negara Indonesia. Tentunya hal ini bisa diperbaiki, tinggal menunggu beberapa orang yang peduli dengan kondisi migas di Indonesia dan memberikan perubahan baru bagi sistem migas di Indonesia. Untuk melakukan perubahan tentunya tidak bisa dilakukan dengan instan begitu saja, tetapi juga harus belajar dari negara lain.

Bisnis Minyak & Gas Umum

Fakta Kekayaan Minyak dan Gas di Indonesia

Fakta Kekayaan Minyak dan Gas di IndonesiaDari masa ke masa, generasi di Indonesia selalu mendapatkan kalimat bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan kekayaan, baik kekayaan suku dan budaya maupun kekayaan alamnya sendiri. Salah satu kekayaan alam di Indonesia yang membuat orang-orang terpukau ketika mendengarnya adalah besarnya kekayaan minyak dan gas yang ada di negeri ini. Namun, seiring berjalannya waktu, terkadang orang-orang bertanya masihkah Indonesia merupakan negeri ‘surga’ minyak dan gas di dunia? Hal ini dikarenakan banyak pemberitaan di media massa yang mengabarkan bahwa Indonesia kian kerap mengalami permasalahan dalam pengelolaan minyak bumi dan gas, baik permasalahan secara teknis maupun secara interaktif antar pelaku pasarnya.

Ada beberapa fakta tentang minyak dan gas yang ada di Indonesia dan fakta ini tidak banyak diketahui oleh anggota http://multibet88.co dan fakta pertama adalah saat ini negara Indonesia sedang berada dalam masa kekurangan minyak dan gas, bahkan ada yang mengatakan bahwa Indonesia sempat menjadi importir minyak dari negara lain. Tepatnya sejak tahun 2004 Indonesia Indonesia sudah aktif melakukan impor minyak, dan hal yang lebih menyedihkan adalah angka impor minyak di Indonesia lebih banyak daripada ekspornya. Fakta kedua adalah jumlah cadangan minyak dan gas di Indonesia diperkirakan sudah akan habis dalam waku yang tidak begitu lama. Terlebih bila Indonesia masih belum bisa menemukan cadangan minyak dan gas yang baru, tentu cadangan lama yang diandalkan pun akan habis jika sudah digunakan semuanya.

Kekayaan Minyak dan Gas di Indonesia

Kedua fakta di atas memang bukan merupakan kabar yang membahagiakan bagi rakyat Indonesia. Namun, fakta ketigalah yang setidaknya bisa sedikit menghibur. Fakta ketiga yaitu kondisi geologis migas di Indonesia masih begitu luas dan kaya, dan negara ini hanya menunggu orang-orang yang memiliki ide untuk melakukan eksplorasi agar mendapatkan cadangan baru. Bahkan, bukan tidak mungkin jika Indonesia masih memiliki migas yang berlimpah di suatu tempat, dan negara ini hanya menunggu orang yang bisa menemukan titiknya sumber daya tersebut.

Bisnis Minyak & Gas Umum

Kini Cadangan Oil dan Gas Bertambah 580 Juta

Kini Cadangan Oil dan Gas Bertambah 580 JutaAda sebanyak 26 rencana untuk plan of development yang telah disetujui dalam sepanjang semester 1 tahun, di tahun 2018 ini. Hal ini memberi cadangan minyak dan gas bumi tambahan yang terbukti ditambahkan sampai dengan 580 juta atau sebanding dengan barel minyak. Penambahan terhadap cadangan itu berdampak sangat signifikan sekali terhadap pencapaian rasio terhadap penggantian cadangan yang mencapai 148 % dari target kinerja yang diberikan sebesar 100 % saja. Dalam hal ini, berdasarkan Kepala dari Satuan kerja Khusus untuk pelaksana kegiatan usaha hulu minyak beserta gas bumi, yaitu Amien Sunaryadi, menyatakan bahwa kegiatan untuk eksplorasi adalah sebauh titik yang paling krusial demi menjamin cadangan energi beserta stabilitas perekonomian yang ada di Indonesia. Pencapaian untuk eksplorasi ini dapat diimbangi pula dengan sebuah usaha demi menekan terhadap penurunan dari produksi secara alami. Lifting beserta gas bumi yang mencapai hingga 1,923 juta sebanding dengan ukuran barel minyak setiap harinya. Atau bisa dibilang juga sebanding dengan 96% dari target APBN senilai 2 juta boepd.

Untuk rinciannya, adalah lifting minyak bumi hingga 771 ribu barel setiap hari, atau sebanding dengan 96% dari targetnya yang mencapai 800 ribu bopd. Sementara untuk realisasi terhadap lifting gas bumi mencapai 1,152 juta boepd atau sebanding dengan 96% dari targetnya yang mencapai 1,2 juta boepd. Produksi terhadap migas ini didorong pula dengan melakukan percepatan terhadap penyelesaian proyek beserta memprioritaskan terhadap kegiatan yang dilakukan demi menjaga tingkat dari produksinya tersebut. terdapat 5 proyek yang saat ini mulai diproduksi kembali di tahun 2018 ini yang bisa memberi sebuah tambahan hingga 7.800 bopd beserta 98 juta kaki kubik setiap harinya sampai akhir tahun. Dalam rangka menjaga produksi beserta peningkatan terhadap cadangan mulai dilakukan berbagai macam kegiatan. Misalnya saja, seperti survey yang dilakukan oleh pihak http://bengkelbola.org, pengeboran, perawatan, beserta kerja ulang terhadap sumur. Untuk realisasi survey seismik menggunakan 2 dimensi sejauh 237 km atau setara dengan 4% dari target rencana anggaran dalam WP&D hingga 4.666 km. Seismik untuk 3 dimensi telah terealisasikan hingga 1.541 km2 dengan target mencapai 5.382 km2 atau sebanding dengan 26 % dari target.

Kini Cadangan Oil dan Gas Bertambah

Untuk sumur yang dieksplorasi ditajam sebanyak 11 sumur dalam rencana 104 buah sumur, namun hanya terealisasikan sebanyak 10% saja. sumur pengembangan terhadan rencana sebanyak 289 sumur yang dibor sebanyak 129 sumur, jadi hanya terealisasi sebanyak 45% saja. Sementara untuk kerja ulang dari 637 yang telah ditargetkan untuk sumur ini hanya teralisasi sebanyak 324 sumur saja. sehingga, ini sebanding dengan 51% saja yang teralisasikan. Sementara untuk program perawatan sumur yang awalnya direncanakan sebanyak 56.184 ternyata hanya dilaksanakan sebanyak 31.151 kegiatan saja. sehingga, itu berarti hanya dilakukan sebanyak 55% saja. belum optimalnya terhadap kegiatan utama dari hulu migas, seperti survey dan juga pengeboran itu membuat investasi di tahun 2018 kali ini telah terealisasikan hingga 2,8 Miliar USD dari kesepakatan di WP&B yang senilai 14,2 Miliar USD. Atau bisa dibilang hanya mncapai 51% saja dari yang telah ditargetkan dalam APBN 2018 mencapai 10,1 Miliar USD dalam unaudited. Penerimaan negara dari dalam sektor hulu migas selama semester 1 th 2018 saat ini telah melebihi dari target yang telah direncanakan. Yaitu sebesar 8,5 Miliar USD atau 115 T rupiah. Padahal, target APBN 2018 sebenarnya Cuma sebesar 11,9 M USD saja.

Bisnis Minyak & Gas Umum

Fakta Menarik dari Minyak dan Gas di Indonesia

Fakta Menarik dari Minyak dan Gas di Indonesia Dari saat kita masih kecil sampai dengan dewasa, umumnya kita semua sudah biasa mendengar tentang negara Indonesia sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam. Termasuk dengan kekayaan dari minyak beserta gas bumi. Tanpa disadari, pemikiran tentang hal ini selanjutnya terus saja terbawa hingga pada saat ini. Namun, benarkah seperti itu? Anda bisa menyimak selebihnya dalam beberapa fakta berikut ini! Fakta pertama, adalah bahwa ternyata sebenarnya Indonesia saat ini tidak sekaya dulu. Karena kenyataan telah membuktikan bahwa Indonesia sekarang ini kekurangan minyak dan gas. Bahkan, ternyata Indonesia sendiri telah menjadi net minyak imported dari 2004 yang lalu. Itu artinya, dari tahun itulah, maka impor minyak di Indonesia itu berasal dari negara yang lain. Dimana mereka lebih banyak impor minyak, dibandingkan ekspor minyak dari Indonesia ke negara yang lainnya. Sekarang ini, ternyata Indonesia hanya dapat memproduksi sebanyak 800 ribu barel minyak saja untuk setiap hari. Sedangkan, konsumsi minyak di Indonesia saat ini telah mencapai 1,6 jutaan barel minyak untuk setiap hari. Tentu saja hal ini membuat kesenjangannya menjadi makin besar sekali.

Di sisi lain, dari gas sendiri sekarang ini pasokan gas di Indonesia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan di pasar dosmetik. Namun, lapangan gas itu biasanya berada jauh dari pusat perindustrian yang kerap memakai kebutuhan gas. Namun sayangnya, insfrastruktur terhadap penerima gas saat ini belum begitu banyak dimiliki di Indonesia. Akibatnya, tak semua gas dapat terserap dengan baik. Satu lagi yang penting dari sini, bahwa pertumbuhan terhadap konsumsi gas di dalam negeri saat ini terus meningkat pesat. Dimana rata-rata terhadap pertumbuhan dan peningkatan dari konsumsi gas itu bisa mencapai 9% setiap tahunnya. Bila penambahan terhadap cadangan gas tidak lebih cepat lagi dari proses pertumbuhan konsumsinya, otomatis hal ini bisa membuat  Indonesia bisa menjadi mengimport gas juga. Fakta ketiga adalah, dilihat dari cadangannya sendiri telah dibuktikan bahwa saat ini Indonesia jauh sekali dari negara yang lain. Berdasarkan daya yang telah didapatkan dari Dirjen Migas, menyatakan bahwa cadangan di Indonesia itu per Januari 2016 Cuma sebesar 3,3 Miliar barel saja untuk cadangan minyak. Sedangkan, untuk gas hanya sebesar 101,2 T kaki kubik saja.

Fakta Menarik dari Minyak dan Gas Indonesia

Jadi, dari data BP Statistical Review yang dilakukan di tahun 2016 yang lalu dinyatakan bahwa cadangan minyak yang ada di Indonesia itu Cuma sebesar 0,2 % saja dari jumlah cadangan yang ada di seluruh dunia. Sementara untuk cadangan gas hanya sebesar 1,5% saja dari cadangan gas yang ada di dunia. Fakta ke-empat, adalah adanya kesenjangan terhadap konsumsi dengan proses produksi yang makin melebar lagi. Tanpa ada penambahan terhadap cadangan yang baru, hal ini bisa membuat kesenjangan di antara proses produksi migas dan konsumsi gas yang dihasilkan menjadi makin melebar lagi. Berdasarkan estimasi dari http://agenbola108.net atau Dewan Energi Nasional, menyatakan bahwa konsumsi minyak saat ini menjadi 3,63 Juta barel atau sebanding dengan minyak per harinya di tahun 2025 mendatang. Sedangkan, untuk kebutuhan minyak sebanyak 8,49 juta barel itu sebanding dengan minyak per harinya di tahun 2050 mendatang. Untuk data dari SKK Migas, terlihat bahwa trend lifting migas mulai menurun. Bahkan, turun sebanyak 2,34 juta barel atau sebanding dengan minyak per hari di th 2010 hingga 1,96 juta barel.

Dampak Ganda dari Sektor Hulu Minyak dan Gas Nasional
Bisnis Konsultasi Minyak & Gas Umum

Dampak Ganda dari Sektor Hulu Minyak dan Gas Nasional

Indonesia Darurat Energi saat ini telah membangun Pertamina sebagai peran penting dalam hulu minyak dan gas demi meningkatkan investasi ke Indonesia. Finalisasi terhadap RUU Migas untuk peningkatan daya saing di Indonesia bertingkat nasional 2025 ini membuat pemerintah mulai menargetkan sebanyak 1,8 GW untuk pembangkit tenaga bayu terbangun menggunakan teknologi LNG. Tak hanya menyiapkan pasokan terhadap energi saja dan menghasilkan penerimaan dai negara, pertumbuhan atas sektor hulu migas ini dapat menciptakan efek yang berganda atau disebut juga dengan multiplier effect untuk sektor yang lain. Pertumbuhan ini dapat mempengaruhi terhadap sektor penggunanya dan sektor pendukungnya, juga pemberdayaan terhadap perekonomian lokal lewat kegiatan pengembangan masyarakat yang telah dijalankan oleh KKKS Migas. Di tahun ini, ada sebanyak 15 orang saja, sebagai pelopor untuk kegiatan pengembangan perekonomian lokal lewat program pengembangan masyarakat untuk berbagai macam tempat penghasil migas. Entah itu dari, Aceh sampai dengan Papua. Dimana telah dihadirkan sebuah acara pameran dan juga konvensi Indonesia Petroleum atau IPA Convex. Kabarnya, program acara ini digelar di Jakarta Convention Center.

Marjolon Wajong, sebagai Direktur Eksekutif IPA, mengatakan bahwa kehadiran dari industri migas di pusat masyarakat ini dapat mendukung proses peningkatan terhadap kesejahteraan para masyarakat yang semakin berkelanjutan lagi. Karena, dengan menghadirkan local heroes inilah diharapkan bisa membuat KKKS ini makin termotivasi untuk meneruskan kemitraan bersama para masyarakat sekitar demi membangun perekonomian lokal yang lebih baik lagi, secara berkelanjutan. Banyaknya investasi yang dilakukan di hulu migas ini sangat berbeda sekali dengan sektor yang lain. Nilai untuk 1 proyek dalam industri hulu migas ini bisa mencapai Miliaran dollar untuk dollar AS. Tentu saja nilai investasi ini tidak sekedar berkontriubsi terhadap ketahanan energi nasional saja, namun juga dapat meningkatkan efek berganda terhadap ekonomi lokal dan juga nasional. Industri pendukung beserta turunannya, dan hilir bisa tumbuh sampai berkali lipat, bila sektor hulu migas nanti ditingkatkan lagi investasinya. Disamping dapat berkontribusi dalam memberdayakan dan juga menggerakkan perekonomian lokal, sektor terhadap hulu migas ini ternyata masih saja memberi efek berganda yang baik untuk perekonomian nasional.

Bahkan, dari tahun 2015 sampai dengan 2016 yang lalu, kontribusi langsung terhadap industri hulu mugas ini mulai menurun secara drastis sampai dengan 3,1 % dari PDB. Hal ini dikarenakan adanya imbas dari turunnya harga minyak di dunia dan kurangnya persaingan di dalam iklim investasi yang ada di Indonesia dari negara yang lain. Meskipun begitu, efek bergnda ini tetap saja signifikan. Mengingat dari 45 sektor pengguna beserta 75 sektor dari hulu migas telah berhasil memberikan pengaruh hingga 83% atas PDB nasional. Tambahan lagi untuk peluang terhadap penyerapan untuk tenaga kerja nasional, bahwa SKK Migas kini telah membatasi jumlah jasa tenaga kerja asing. Kebijakan tersebut berhasil memberikan hasil yang cukup signifikan. Karena ada sebanyak 96% atau sebanding dengan 32 ribu jiwa dari jumlah pekerja KKKS ini saat ini adalah para WNI. Sektor perbankan juga telah merasakan hasil yang positif dari tugas KKKS dalam menyimpan dana untuk rehabilitasi pasca operasi yang ada dalam perbankan BUMN ketika pemerintahan mulai menyetujui terhadap rencana dari pengembangan lapangan. Selanjutnya, sarana untuk pengangkutan terhadap hasil produksi, usaha terhadap hulu migas kemudian lepas pantai dan memakai jasa hingga 650 kapal bendera Indonesia lebih banyak lagi.